DIRI Oleh: Suntari Siapa yang peduli hari ini kau sudah bertahan sekuat apa, berproses sejauh apa, dan berhasil meraih apa? Terkadang, Dilarutkan dalam nostalgia periangan Dihirukkan dengan lampu kota memikat pandang Dan, terikat dengan mimpi-mimpi yang berjaya di angan Hingga sadar, masa tak selamanya memberikan kesempatan Mulai, Menata langkah tak berkesudahan Meniti jembatan asa memulai kesemangatan Membingkai cita mencoba tantangan Lalui beban serasa berkepanjangan Pada akhirnya, Tak peduli hari sedang terang atau gelap, angin berlalu dengan cepat, Tanah basah segera diserap, Semua berlalu seperti kilat. Sesekali, Hati dan pikiran juga butuh perayaan dan senyuman-senyuman kecil meski sebentar. Karena kita, Yang paling tau bagaimana dan kapan harus memberi tepuk tangan pada diri sendiri.