DIRI
Siapa yang peduli hari ini kau sudah bertahan sekuat apa, berproses sejauh apa, dan berhasil meraih apa?
Terkadang,
Dilarutkan dalam nostalgia periangan
Dihirukkan dengan lampu kota memikat pandang
Dan, terikat dengan mimpi-mimpi yang berjaya di angan
Hingga sadar, masa tak selamanya memberikan kesempatan
Mulai,
Menata langkah tak berkesudahan
Meniti jembatan asa memulai kesemangatan
Membingkai cita mencoba tantangan
Lalui beban serasa berkepanjangan
Pada akhirnya,
Tak peduli hari sedang terang atau gelap, angin berlalu dengan cepat,
Tanah basah segera diserap,
Semua berlalu seperti kilat.
Sesekali,
Hati dan pikiran juga butuh perayaan dan senyuman-senyuman kecil meski sebentar.
Karena kita,
Yang paling tau bagaimana dan kapan harus memberi tepuk tangan pada diri sendiri.

Komentar
Posting Komentar