Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi
Gambar
SI KHENDI' Oleh: Cak Han's Dari mana asal kundika ? Ia ada.  Mbah  Gus yang tidak mengenali tempat di mana ia berada Setiap singgah ia jadikan rumahnya Aduu ... rupanya menawan pun jiwanya.  Aku tertahan!  Kuhabiskan waktu untuk bertamasya tidak dengan kebijaksanaan.  Si pengamat musik mancanegara pensiunan bersiul seakan melihat jiwa mudanya kala penyiar radio surabaya  menyanyikan lagu Bimbo , musafir dan sajadah panjang ...  Aaah ...  Benar-benar beda.  Takjub, hening, riuh tanpa dasar.  Ismail; penuh penjiwaan.  Aku; terperangkap.  Mau aku teruskan cerita ini?  Ada delapan belas wadah suci.  Jangan selalu tuduh aku  Shiddhi .  Batinku terjajah oleh tujuan-tujuan.  Untung saja  amerta  dan sunya penghilang sunyi diam.  Jason tertawa, dia bilang "Hidup hanya numpang ketawa" Dengan gelagat kebahagiaan segara datang.  Sambutlah dengan kedamaian.  Akhirnya dapat kurekayasa,...
Gambar
  TAPAK JEJAK Oleh: 1M Siapakah yang rela berkisah ketika ombak berkejaran dengan senyap Siapakah yang menggambari langit dengan kuas sehalus awan pagi ketika rindu hanya membekas pada jejak-jejak sunyi yang mengukir udara dengan piawai dengan pahat selentur jemari Siapakah yang rela berkisah saat sunyi tertindi  Siapa yang berani menabur reruntuhan senyum  saat diri tak berani menatap  Benak telah terusik reruntuhan itu Namun ketakutan tetaplah ketakutan.
Gambar
  SEPASANG MERPATI Oleh: @dibarista sepasang merpati terbang tak terhenti berbisik dan bernyanyi riuh angin tak berirama sandiwara cinta diam tanpa suara dingin memeluk malam  letih mengenang kelam kembali dalam hayalan  sembari menopang bimbang di pembuka fajar embun menyapa dan berujar siapkan hati agar luka lekas terdampar
Gambar
MUNAWAR WAJAHMU Oleh: Anam Masih terasa hangat senyuman waktu itu, Hingga kini, dingin enggan untuk menyelinap Perihal rindu ini, ya, sekarang aku merasakannya, Semenjak perpisahan tak terkehendaki untuk terjadi waktu itu, Jika semua orang tahu akan hal ini, semua cerita ini, tak satu pun yg akan menyangka Mereka tak akan menyangka betapa rindu ini harus hadir lewat labirin hati yang sering aku tutup untuk siapapun. Kahuripan, Nama sebuah tempat dengan rindang pepohonan, desir angin dan riuhnya kicau burung , pasir putihnya begitu serasi dengan ombak kecil kebiru-biruan, semua tak terasa, Seharusnya, aku mampu menikmati keindahan semua ciptaan Tuhan itu, namun linang mataku membawa pada sehampar wajah yang munawarnya menahanku untuk berkedip,   Untuk engkau, aku tahu kau tak mungkin pernah merencanakan sesuatu sehingga mengharuskanku membuka labirin ini,  Tapi, akhirnya kau benar-benar berhasil membuatku merasakannya. Sampai pada titik terakhir aku benar-benar harus menutupnya...
Gambar
  PELARIAN Oleh: kh_kinanah Mencari tempat pelarian Dalih diri ialah persembunyian Di mana tempat ternyaman? Tanya hati tak berkesudahan Kecuali di setiap ruang bersama Tuhan Jiwa meronta untuk segera ditumpahkan Namun keadaan kembali meminta untuk tetap diam Kemana langkah harus lanjutkan perjalanan? Kecuali menuju pada siapa diri sebenarnya bertuan Mencengkram dada adalah pilihan  Kala sesak memaksa ke persimpangan Menuju tempat keramaian  Ingin menenggelamkan diri yang berada di kesepian  Yang tanyanya, tak sesuai kehendak terdalam  Bagaimana bisa untuk dilepaskan? Sedang di sana ia masih terikat janji sakral Merencanakan pertemuan, Yang ada hanyalah sekadar bualan  Bertahan ia jadikan kewaspadaan  Karena tak satu pun menyediakan telinga untuk mendengar Kecuali bersabda tanpa tahu apa maksud dari perkataan  Saling menguatkan, Adalah langkah yang menjadi pilihan  Bersama, menuju pemilik semesta alam
Gambar
  PAMIT Oleh: Fhrrozi Apa kabar ... Tidak terasa ... Selembut ini, menitip hati tanpa pasti dan keterpanaan Aku pamit ... Kesadaran diri berangguk ... Berhenti tanpa lalu lintas ... Arah pun hilang, Aku pergi bukan lelah berjuang. Bukan menyerah dalam ratapan. Tapi ada hati yang harus diselamatkan. Ada otak untuk berpikir tanpa kebutaan. Sejauh ini aku melangkah Ternyata berjuang tanpa ada ruang ... mengherankan. Terima kasih telah memberikan secercah harap yang tak pernah tepat Pamekasan, 02 Juni
Gambar
"RINDU" Oleh: kh_kinanah Kapan aku bisa menghentikan rindu yang datang dari segala penjuru arah? Bagaimana bisa ia menikam meski tanpa setetes darah? Dan anehnya aku begitu menikmati dalam pasrah Seakan ini adalah bagian pertemuan yang direncanakan  Walau hanya sebatas dalam ingatan Yang melebur di atas pengharapan Kuyakini adalah cara Tuhan meyembuhkan Karena tiada lagi pertemuan yang bisa diwujudkan  Kecuali oleh rindu yang datang meradang  Bisakah ia kukembalikan? Adalah tanya yang selalu muncul dipermukaan  Tanpa bosan meminta pada Tuhan agar dikabulkan  Nyatanya aku terlena kala terjebak di kerinduan  Dengan begitu aku mendapatkan kebersamaan Mengulang sebuah cerita yang sempat terkisahkan  Tanpa menyadari linangan air mata ikut serta berjatuhan  Salam rindu, Semoga bertemu, Di lain waktu.
Gambar
  Kungkungan Dosa Saubilu Ya Haliqi Oleh: Cak Han's Angklung anker sapudi dalam opera Sembahyang rebut dibulan hantu kelaparan Pohon layu sulit berkembang terhinakan Melepas lampion rahim mulian datang Lepaskan arwah, raja neraka Biarkan ingsun meratapi ritual kematian Membuka gerbang dunia bawah Berkeliaran bebas menggauli nick tackett Jauhkan,  Padamkan, Kuburkan, Bakarkan sehangus-hangusnya atas api jahanam Niat-niat mencelakai yang hidup, Biarkan pergi mendunia, Hindarkan membentak-bentak leluhur mulia atas nama menghambakan yang esa Saronin sarkak rangsang merindui Ruang tertutup, mulut terkatup Menemui madah dan buah azimat kramat  Mencari celah jalan yang diridhoi Senandungkan nyanyian-nyanyian kiai kanjeng  Merajut kedamaian Bumikan eling-eling siro manungsomu Ilhami hamba-hamba pendosa Terjarah siksa, mumpung durung ketekanen malaikat juru pati-Mu Inna Rabbaka huwa a'almu biman dalla 'an sabiilihii wa Huwa a'lamu bilmuhtadiin
Gambar
  AIR MATA  PALESTINA Oleh: Gus Ros Benar-benar telah sampai kepadaku berita tentangmu Palestina Tentang air mata darah yang terus saja membumi Tentang kehormatan yang terus saja ditelanjangi Tentang saudara yang terus saja disakiti Langitmu tak lagi membiru Seketika semuanya kelabu Benar-benar telah sampai kepadaku penderitaan tentangmu Tidak ada hari raya bagi Palestina Yang ada berhari-hari mereka puasa Tentang jadwal makan yang hanya satu kali sehari semalam Di situ..., listrik pun tak merdeka Sehari semalam 4 jam saja nyalanya Di langit Palestina rudal dan roket menari Keduanya tertawa apabila anak-anak, orang tua, laki-laki dan wanita terluka atau hilang nyawanya Saudara muslimku yang jauh di sana, mampuku hanya bersuara Moga-moga kata yang menjelma menjadi doa  Kelak menjadi indikator Palestina merdeka  
Gambar
KALA ITU Oleh: Suntari Puncak pergantian kala itu mengawali debut Keyakinan menjawab ragu, seakan niat baik tersampaikan Hati meyakini semua bukan kebetulan, melainkan sudah direncanakan Semua terasa remang-remang Hitungan jam, menit, dan detiknya seakan  memberikan isyarat Beberapa perjumpaan mencoba memberikan arahan, diri menghiraukan Beberapa kali diperlihatkan, tetap terhiraukan Seakan-akan memberikan jawaban  Melebihi keyakinan Semua seperti teka-teki saja Coba dijalani, kesalah pahaman, cepat menyimpulkan Pada akhirnya, diam... Peperangan dengan diri dimulai, terasa aneh saja Konyol, memalukan, dan heran ketika mengingat segalanya Seperti ingin mengulang untuk memperbaiki segalanya Mulai memaknai hal-hal kecil Menerka, mereka dan merasa Hingga, menyadari esensi perantara Perlahan, Maksudmu tersampaikan Tak hingga, untuk sekedar melantunkan maaf dan terima kasih Semoga kebahagiaan menyertaimu dan  kita semua