BANGUN KESIANGAN

Cak Han's


Terlihat air menguap membanjiri menenggelamkan seisinya

Menghiraukan panggilan paruh baya membawa sejuta malapetaka

Akankah kemakmuran bersanding dengan masa?

Akankah kejayaan bertanding atau saling tuding kanan kiri merebutnya?

Akhir zaman sudah saatnya disambut dengan tangan terbuka

Bangunkan sukma meninggalkan yang percuma 

Melakoni yang wajib menggantungkannya di ubun yang bernyawa

Alam berduka, tiang-tiang roboh, duka umat sesal kesal tak diminta

Berjalan tidak tahu jalan

Menatap dengan mata tertutup bisa apa

Merangkul, mendekap menghangatkan luka dengan memanggil-manggil utusan mulia harap menengahi gejolak detik terik matahari di atas kepala

Oh, pada siapa meminta kepastian saat dilanda musibah luar biasa mengguncang dunia?

Ya  hafidz,

Izinkan kami meminta penjagaan, keamanan setiap langkah ke mana kami berjalan memperjuangkan 

Berikan kami ketegaran sampai jantung berhenti berdetak, nafas tak lagi berhembus melewati rongga dada dan lubang keambiguan

Jika diperkenankan, 

Bukakanlah peti sejarah mengambil pusaka dan ikat kepala merah yang tertuliskan pujian pembangkit ruh memenggal kepala Jin dan sebangsanya 

Setan-setan merasuki satu persatu untuk kehancuran

Sedang hamba belum saja waspada 

Senang berleha-leha 

Lalai melalaikan hidup kelalaian keledai menertawakan

Sungguh,

Tidak selamanya air tenang, mari belajar berenang

Sebelum ia datang dengan amarah raut muka pucat menakutkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini