CAHAYA YANG

 BERCAHAYA

Oleh: Cak Han's


Pejamkan matamu, tidurlah!

Idzaataika madhaja'aka fatawadha'a wudhuaka lishalati...


Skandinavia sedikit dari ribuan lentera,

Tak perlu bahtera apalagi Indonesia dari selat molo, laboan bajo

Myopiamu menghalangi penglihatan,

Walau angan patuh mencari aurora abadi


Sungguh, nudrah lebih menawan

Meski tanpa melamin sebagai alat

Entah komponen apa yang berpendar jauh dari jangkauan manusiawi


Hati mencurigai mahluk yang bernama kunang-kunang

Mengapa tidak?

Ia jarang terlihat saat iklim bumi memburuk

Ke mana ia pergi?

Berbeda dengan bulan yang tetap teguh 

Bercahaya dan tabah menyinari bumi

Walau kadang hilang nan jauh saat daku butuh


Apa aku perlu juga menghilang?

Terbang ke alaska hanya sekadar mengejar kumbang,

Atau berdiam diri bertafakkur menepis resah-gelisah?

Atau, membuntuti ruh dan bayang-bayang hanya sekadar mencari tanya dalam jawab sebaliknya


Jika murka, hilang semua asa 

Harap tinggallah harap semata

Kepala dingin, bercucur keringat

Mengingat janji tindak retak,

Sebab ketidakpercayaan?

Lebih-lebih syirik  mengingkari keesaan. Naudzubillahi mindzalik


Pejamkan matamu,

Berbaringlah dengan nafas panjang

Dan... hembuskan


Temukan ilmu-Nya dari sudut-sudut kota di mana berada

Ikutilah hati ke mana jiwa merasakan keberadaan

Di sana akan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan

Di sana pula Hubb disembunyikan 


Innallaha kana aliman hakimaa

Komentar

Postingan populer dari blog ini