Postingan

Gambar
 YANG MENGIKAT, MAKNA! Oleh: Tary Belum bisa merakit sepenuhnya Tapi sajak memanggil untuk dijelma Angin seterik ini masih tenang Tak henti kelopak mengikat    membiru Ombak menari menjelma Kaca Diri penuh syukur kau tak menghadirkan mendung Sejauh yang tak terkira Daratan semakin tenggelam Kali ini bukan menapak tanah Tepat dibawah atap nelayan Meratap kembali ingatan dilaut lepas Memory seakan membludak Hal yang disayangkan,  Orang-orang tersayang tidak dalam pandang Yang harus dimengerti, semua sedang meniti Menggali mencari arti  Sekilas terlintas raja ampat Mata melompat seakan menggerayap dan mendarat Senyum penantian melekat Lambaian mulai terlihat Yang akan tetap diingat,  jabatan hangat manusia-manusia hebat
Gambar
  TAPAK JEJAK Oleh: 1M Siapakah yang rela berkisah ketika ombak berkejaran dengan senyap Siapakah yang menggambari langit dengan kuas sehalus awan pagi ketika rindu hanya membekas pada jejak-jejak sunyi yang mengukir udara dengan piawai dengan pahat selentur jemari Siapakah yang rela berkisah saat sunyi tertindi  Siapa yang berani menabur reruntuhan senyum  saat diri tak berani menatap  Benak telah terusik reruntuhan itu Namun ketakutan tetaplah ketakutan.
Gambar
  SEPASANG MERPATI Oleh: @dibarista sepasang merpati terbang tak terhenti berbisik dan bernyanyi riuh angin tak berirama sandiwara cinta diam tanpa suara dingin memeluk malam  letih mengenang kelam kembali dalam hayalan  sembari menopang bimbang di pembuka fajar embun menyapa dan berujar siapkan hati agar luka lekas terdampar
Gambar
PELANTIKAN KEPALA DESA PAYUDAN DALEMAN   Kamis, tepatnya tanggal 16 Desember 2021 atas nama Sasi Purwati Ningsih resmi dilantik menjadi Kepala Desa Payudan Daleman.  Pelantikan ini dimeriahkan langsung oleh para pemuda Payudan Daleman yang ikut berpartisipasi dalam menyambut dan mengawal kepala desa selama pelantikan.  Tidak hanya para pemuda, masyarakat Payudan Daleman pun juga ikut menyambut Kepala Desa yang baru dengan sangat antusias  di sepanjang jalan. Semoga dalam masa kepemimpinannya kepala desa Payudan Daleman yang baru dapat menjalankan amanahnya dengan sebaik-baiknya serta membawa perubahan desa ke arah yang lebih baik.
Gambar
MUNAWAR WAJAHMU Oleh: Anam Masih terasa hangat senyuman waktu itu, Hingga kini, dingin enggan untuk menyelinap Perihal rindu ini, ya, sekarang aku merasakannya, Semenjak perpisahan tak terkehendaki untuk terjadi waktu itu, Jika semua orang tahu akan hal ini, semua cerita ini, tak satu pun yg akan menyangka Mereka tak akan menyangka betapa rindu ini harus hadir lewat labirin hati yang sering aku tutup untuk siapapun. Kahuripan, Nama sebuah tempat dengan rindang pepohonan, desir angin dan riuhnya kicau burung , pasir putihnya begitu serasi dengan ombak kecil kebiru-biruan, semua tak terasa, Seharusnya, aku mampu menikmati keindahan semua ciptaan Tuhan itu, namun linang mataku membawa pada sehampar wajah yang munawarnya menahanku untuk berkedip,   Untuk engkau, aku tahu kau tak mungkin pernah merencanakan sesuatu sehingga mengharuskanku membuka labirin ini,  Tapi, akhirnya kau benar-benar berhasil membuatku merasakannya. Sampai pada titik terakhir aku benar-benar harus menutupnya...
Gambar
DIMENSI WAKTU   Oleh: Kinanah Redup, Tak terbakar tersulut dalam katup Dilema, Senja mengimbangi dengan bias sinarnya Cemas, Dikepung bara terendap angan  Terikat harap membayang di udara Nyatalah segala gema dalam dada Menumpas gelisah membelah tawa Sedang segenap peristiwa melekat mesra  Cita termaktub Al-kitab memberi cahaya Candulah ia di setiap bait syairnya Bersenandung menenangkan jiwa Wujudkan jalan menuju persimpangan  Aku dan kamu tak harus terkurung dalam kerinduan Karena setiap langkah perjalanan bukan soal ketidakpastian Melainkan pelajaran yang harus kita ambil atau dibiarkan 
Gambar
  GANJIL GENAPKU MEMBIRU Oleh: Suntary Laa haula walaa kuwwata illaabillahil a'liyyil a'dhim Bait ini tercipta karena keindahanmu Tak hentinya lisan ini ingin memuji kuasamu ya rabb ...  Perantaramulah yang mengantarkan berpasang-pasang kaki ini menginjak sejauh tanah kahuripan Sepasang kelopak masih erat memejam Bisik ombak bergantian seakan memanggil  Raga terbangun menyibak tirai Mentari menyambut seakan tersenyum Semua tak terduga kusaksikan Melebihi dari yang terkira Membiru yang mengindahkan lautmu memantulkan birunya langit kahuripan Penampakan ranting tak berambut Sentuhan embun menambah nikmatku Beberapa sosok insan menyebar seakan menemukan kenikmatan tersendiri Gugusan pulau terlihat dari kejauhan, mengisyaratkan untuk diintip Kumparan batuan berjajar seakan menggoda untuk kusinggahi Tak ingin dilewatkan begitu saja  Memalingkan diri dari waktu,  tapi diri tidak bisa mengkhianati mentari yang semakin meninggi Sesekali memejamkan mata, menyadari ... Pe...