Postingan

Gambar
DIMENSI WAKTU   Oleh: Kinanah Redup, Tak terbakar tersulut dalam katup Dilema, Senja mengimbangi dengan bias sinarnya Cemas, Dikepung bara terendap angan  Terikat harap membayang di udara Nyatalah segala gema dalam dada Menumpas gelisah membelah tawa Sedang segenap peristiwa melekat mesra  Cita termaktub Al-kitab memberi cahaya Candulah ia di setiap bait syairnya Bersenandung menenangkan jiwa Wujudkan jalan menuju persimpangan  Aku dan kamu tak harus terkurung dalam kerinduan Karena setiap langkah perjalanan bukan soal ketidakpastian Melainkan pelajaran yang harus kita ambil atau dibiarkan 
Gambar
  GANJIL GENAPKU MEMBIRU Oleh: Suntary Laa haula walaa kuwwata illaabillahil a'liyyil a'dhim Bait ini tercipta karena keindahanmu Tak hentinya lisan ini ingin memuji kuasamu ya rabb ...  Perantaramulah yang mengantarkan berpasang-pasang kaki ini menginjak sejauh tanah kahuripan Sepasang kelopak masih erat memejam Bisik ombak bergantian seakan memanggil  Raga terbangun menyibak tirai Mentari menyambut seakan tersenyum Semua tak terduga kusaksikan Melebihi dari yang terkira Membiru yang mengindahkan lautmu memantulkan birunya langit kahuripan Penampakan ranting tak berambut Sentuhan embun menambah nikmatku Beberapa sosok insan menyebar seakan menemukan kenikmatan tersendiri Gugusan pulau terlihat dari kejauhan, mengisyaratkan untuk diintip Kumparan batuan berjajar seakan menggoda untuk kusinggahi Tak ingin dilewatkan begitu saja  Memalingkan diri dari waktu,  tapi diri tidak bisa mengkhianati mentari yang semakin meninggi Sesekali memejamkan mata, menyadari ... Pe...
Gambar
MANGATA Oleh: Cak Han's Anggai kedamaian ke mana kucari tapi tak kudapat Ujung ke ujung hala candramawa nyala api sebagai tanda Tak bisa tersentuh hanya dirasa.  Hingga repui pohon kehidupan tak akan berakhir kara Teruslah berjalan rimpuh tak kenal usia Luas dan sunyi akan menjadi cerita abadi Tatih tak akan letih Peluh tak selamanya membuatmu payah Ia akan menemani cita tuhfahmu tak terhingga Bersih, suci, nan mulia.  Damailah hati,  Tak perlu meminta matahari untuk menerangi setiap pijakan ke mana diri membawa Bersihkan hati dari selirat kegundahan derita    Tanpa dibelah dan dimasukkan pada bejana emas sangkala itu.  Sekali lagi, pejamkan matamu  Tibalah engkau di candra.
Gambar
AL-ANWAR MENYAMBUT MUHARRAM Malam Selasa, tepatnya hari Senin tanggal 09 Agustus 2021, Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al-Anwar mengadakan istighasah bersama dalam rangka menyambut tahun baru islam (1 Muharram) 1443 H.  Gema salawat pun dilantunkan, para siswa/siswi beserta para santri berdatangan untuk memeriahkan acara penyambutan bulan Muharram. Tentunya di awal tahu baru islam ini, harapan baik terus dimunajatkan. Acara penyambutan Muharram oleh LPI Al-Anwar dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan burdah yang dipimpin oleh ustad Munib. Acara selanjutnya adalah istighasah yang dipimpin ustad Suparto Halim. Sedangkan acara inti dari kegiatan ini dipimpin langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Al-anwar yakni Kiayi Zainul Mun 'Eim. Acara penyambutan Muharram ini dihadiri oleh dewan guru dari setiap tingkatan. Mulai dari tingkat TK sampai tingkat SMA. Sebelum acara benar-benar berakhir, seluruh siswa beserta dewan guru melakukan makan bersama yang bertujuan untuk meni...
Gambar
HUJAN SABTU  SORE   Tary Bersama hujan ada haru Bersama hujan ada harap Bersama hujan ada yang ingin dilepas Bersama hujan ada yang ingin dibenarkan Tak ingin dicukupkan begitu saja Untuk setiap tetes yang memenuhi kaca Berjatuhan, bergantian ... Menyampaikan  cerita yang harus dengan erat kusimpan  Bukan hanya untuk dikenang, melainkan juga untuk kugenggam Terbawa, ke mana kaki ini melangkah pergi.
Gambar
APHELION Cak Han's Angin melewati jendela, Menyingkap tirai suara menderu Bukan Sepoi yang mengundang kantuk Menyetubuhi ruang dari arah selatan ke utara Bukan pula fenomena terkutuk Tubuh manusia hanya menggigil butuh secangkir kopi hangat  Aroma masakan nyonya  Ada apa gerangan? Bumi berada di titik terjauh dari matahari Orbit bumi tidak sepenuhnya melingkar sempurna Ia berbentuk elips berlangsung pada Juli hingga bulan setelahnya Manusia tidak dapat melihat Manusia tidak dapat merasa Bagi mereka yang berselimut dan tak mau bangkit dari ranjangnya saat fajar melambai-lambai  Abdullah bin Umar, sampaikan pada kami tentang berita malam Sajadah kami sudah lama terlipat sebab jidat lebar menghampar Mengabaikan bumi dan seisinya untuk bersenang-senang Kemudian terlena, tersesat terdampar Gelar sajadah,  Gerakkan hati Mendoakan semesta Bisikkan saja tak usah bersusah payah berteriak agar terdengar
Gambar
  BANGUN KESIANGAN Cak Han's Terlihat air menguap membanjiri menenggelamkan seisinya Menghiraukan panggilan paruh baya membawa sejuta malapetaka Akankah kemakmuran bersanding dengan masa? Akankah kejayaan bertanding atau saling tuding kanan kiri merebutnya? Akhir zaman sudah saatnya disambut dengan tangan terbuka Bangunkan sukma meninggalkan yang percuma  Melakoni yang wajib menggantungkannya di ubun yang bernyawa Alam berduka, tiang-tiang roboh, duka umat sesal kesal tak diminta Berjalan tidak tahu jalan Menatap dengan mata tertutup bisa apa Merangkul, mendekap menghangatkan luka dengan memanggil-manggil utusan mulia harap menengahi gejolak detik terik matahari di atas kepala Oh, pada siapa meminta kepastian saat dilanda musibah luar biasa mengguncang dunia? Ya  hafidz , Izinkan kami meminta penjagaan, keamanan setiap langkah ke mana kami berjalan memperjuangkan  Berikan kami ketegaran sampai jantung berhenti berdetak, nafas tak lagi berhembus melewati rongga dada d...