DUA KEPALA
Dua kepala berdialektika persoalan cahaya
Mengeja makna dalam relung jiwa
Dua kepala menjelma menjadi kata-kata
Berikhtiar merasuki setiap yang bernyawa
Membunuh gelap menghidupkan
cahaya
Setiap cipta menimbulkan makna
Hanya ruang kosong saja menyuburkan tanya
Esensi dari kamu, aku, dan mereka adalah khoda,
Bersemayam di setiap jiwa!
Esok, dua kepala mungkin akan benar-benar bertanya
Kapankah Tuhan kami menjadi Maryam berselendang tongkat Isa?
Dua kepala ancik-ancik pucuking eri. Berdiri di atas pucuk-pucuk duri
Mencari garis sana sini
Setiap jiwa ada garisnya
Setiap garis ada jiwanya
Pamekasan, 05-Mei 2021
Komentar
Posting Komentar