PAYUDAN BERKARYA
PEMUDA:
Pisau Bermata Dua
Masa depan anak muda ditentukan oleh masanya ketika muda. Karakter maupun profesi di masa depannya dibentuk dan dikembangkan ketika masih muda. Dengan banyak sekali keunggulannya, diantaranya semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi, pemuda seringkali bertindak atau membuat keputusan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya di masa depan. Padahal, sedikit atau bahkan banyak keputusannya di masa muda berpengaruh pada karakter ataupun profesinya di masa depan. Misal, pilihannya untuk sekolah di SMP swasta atau negeri akan sedikit banyak memengaruhi pilihan sekolah berikutnya, SMA. Jurusan yang ia pilih ketika SMA, IPA ataupun IPS, akan sedikit atau bahkan banyak memengaruhi jurusan kuliahnya.
Lebih lanjut mengenai potensi ini, pemuda saat ini dihadapkan pada perkembangan zaman yang luar biasa, revolusi industri 4.0. menuntut pemuda saat ini bisa beradaptasi dengan teknologi. Dengan berbekal ilmu dan potensi semangat serta rasa ingin tahu yang tinggi, pemuda seringkali sangat cepat beradaptasi. Perkembangan teknologi ini dapat memungkinkan pemuda untuk bisa menuntut ilmu sebanyak mungkin, tidak terbatas ruang ataupun waktu. Sebaliknya, teknologi ini bisa merusak mental ataupun perilaku pemuda jika digunakan untuk yang tidak benar.
Tentu dalam kehidupan ini hanya terdapat dua barang hal saja, yaitu kebiasaan baik dan kebiasaan buruk. Seorang pemuda, jika dengan sadar disuruh memilih, tentu akan memilih kebiasaan baik sebagai karakternya. Namun, pada kenyataanya masih banyak pemuda yang terjerumus pada kebiasaan buruk. Faktor terbesarnya adalah karena lingkungan. Banyak pemuda tidak memilih dengan sendiri pilihan yang ditempuh, melainkan dipilihkan atau sekadar “ikutan”. Hal ini menyebabkan pemuda kadang tidak tahu dengan konsekuensi di masa depannya. Misal, pilihannya untuk mondok ketika SMA bukan kehendaknya tapi dipilihkan oleh orang tuanya. Pilihannya untuk masuk jurusan IPA bukan kehendaknya tapi dipilihkan oleh gurunya. Pilihannya untuk mengonsumsi narkoba bukan kehendaknya tapi dipilihkan oleh temannya.
Sungguh miris memang! Jika yang memilihkan adalah orang yang tepat, seperti orang tua dan guru, tentu pemuda akan berada di jalur yang benar dan akan memiliki karakter yang baik. Sebaliknya, jika yang memilihkan adalah orang yang salah, maka pemuda ini akan berada di jalur yang salah. Pemuda, harus dengan sadar memilih suatu pilihan, sebab pilihannya di saat ini akan sedikit banyak memengaruhi karakter ataupun profesi di masa depan. Pilihan yang dipilih oleh pemuda ini dapat bermakna dua, layaknya pisau, bisa berkemungkinan baik, bisa pula berkemungkinan buruk.

NICEEEEEEE
BalasHapus